1984 - 2008

Dua puluh empat tahun aku jalani hidupku, dari mulai bayi sampai dewasa, dari mulai merangkak sampai berjalan, dari mulai mencari arah dan diarahkan serta mulai tak terarah hingga sampai tersesat dalam labirin kehidupan dan tenggelam ke dalam pasir hidup.

Semua peranan yang ku jalani dalam kehidupanku, mulai dari anak desa yang polos, pelajar, santri, mahasiswa, berandalan, karyawan dan pngangguran, semua itu belum bisa menunjukanku sebuah tujuan hidup.

Bila tersesat dalam labirin, mungkin kita masih bisa keluar, asalkan pikiran kita fokus dan tenang, tapi kalau sudah tenggelam dalam pasir hidup, dimana yang kita anggap baik dan benar malah membuat kita semakin terperosok, bukan hanya perlu pikiran yang tenang, tapi diperlukan juga seseorang untuk membantu dan memahami kita.
Dalam hal itu aku tidak punya, walaupun aku masih punya ortu, sodara dan teman yang banyak, mereka semua tidak dapat membantu mengangkatku dalam pasir hidup ini. Karena tak ada seorangpun dari mereka paham akan pemikiran dan sifatku.

Semua yang ingin aku lakukan sudah aku lakukan, semua yang ingin aku ketahui belum semua aku ketahui, ya benar tujuan hidupku masih belum aku ketahui.
Apa tujuan hidup ini hanya sekedar menjalani siklus yang monoton dan itu-itu aja seperti lahir ke dunia, besar, belajar, bekerja, menikah, punya keturunan, membesarkan anak, mendidik anak, ditinggal mati atau mati duluan.
Kehidupan seperti itu sangat membosankan.

K 45 DOM